Tuesday, May 23, 2006

orang besar seharusnya rela dikubur dalem²

honour
kemaren malem di newstikernya metrotv ada tulisan tentang sby yang mau "mikul dhuwur mendhem jero" omongan jawa yang diartikannya mau selalu memposisikan suharto secara positif...........waaaaaaa.....pepatahnya di artikan menurut wikipedia tuw!

Mikul dhuwur, mendhem jero

Saka Wikipédia, Ènsiklopédhi Bébas ing basa Jawa / Saking Wikipédia, Bauwarna Bébas mawi basa Jawi

Tegese, wong tetuwa iku wajib dijunjung yasa-yasane. Kaluputane wajib ditutup-tutupi, aja diumbar-umbar.

Mikul dhuwur, mendhem jero, adalah sebuah pepatah dalam bahasa Jawa yang terjemahannya adalah: "memikul tinggi-tinggi, memendam dalam-dalam".

Artinya ini adalah jasa seorang pemimpin atau orang tua harus dijunjung tinggi sedangkan kesalahannya harus ditutupi.

padahal dulu pas aku esde dikasih tau guru tersayang kalau arti pepatah itu adalah hhmm...susah ngomongnya dah lupa ding :p

tapi mungkin begini "kita harus bisa berbakti kepada orang yang telah berjasa kepada kita (orang tua khususnya) dengan berperilaku yang baik, karena tiap perilaku jelek kita akan membuat nama baik orang yang telah berjasa itu ikut menjadi jelek" begitu!

aku lebih setuju dengan tulisannya pak Joewono, dia nulis

  • Mikul dhuwur mendhem jero: Memikul tinggi mengubur dalam. Artinya, orang yang senantiasa bertanggungjawab kepada keluarga dengan membawa nama baik keluarga atau orang tua. Dengan menjunjung derajat orang tua, si anak akan harum namanya.

jadi dalam kasus kubur mengubur ini, misal sby merasa berhutang budi ke suharto seharusnya dia cukup tetap menghormati dia sebagai orang yang berjasa macem kepada guru begitu, selebihnya kalau bisa, sby ya harus bisa berbuat kebaikan yang lebih besar lagi kepada orang lain, dengan tanpa melupakan jasa² orang besar yang telah menolongnya dahulu, sehingga orang banyak bisa mengenang suharto (paling tidak) sebagai guru pemimpin² besar..begitchu!.

loyalty


Read more...